Bung Karno kaya warisan dari kerjaan kuno dan Yahudi ortodoks

Ahli spiritual Permadi yakin Soekarno kaya raya mewarisi kerajaan kuno Indonesia. Menurut Permadi, isu Bung Karno memberikan 57 ribu ton emas ke Amerika Serikat bukan isapan jempol.

"Sukarno mewarisi geng Solomon (Sulaiman) yang paling kaya dan seluruh hartanya di tangan Bung Karno. Sukarno juga menguasai kerajaan Indonesia kuno, Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Bung Karno pegang kuncinya," ujar Permadi di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (7/5).
Bung Karno kaya warisan dari kerjaan kuno dan Yahudi ortodoks

Bung Karno kaya warisan dari kerjaan kuno dan Yahudi ortodoks

Harta hibah juga diterima Soekarno dari pemuka-pemuka agama masa kini. Mereka percaya Soekarno merupakan sang penyelamat manusia.

"Yahudi ortodoks percaya ini orang di negerinya akan jadi mercusuar dan dia menyumbangkan triliunan dolar ke Soekarno. Paus pun sama kalau Soekarno bisa menjadikan negerinya sebagai mercusuar dunia," tegasnya berapi-api.

Bahkan dia berani menjamin kalau pernyataannya benar meski tidak ada bukti yang konkret dan orang banyak yang tidak memercayainya.

"Kekayaan Soekarno tidak terbatas. Dia dihilangkan supaya Amerika Serikat tidak punya utang, perjanjian Green Hilton menyatakan Amerika punya utang. Taruhan potong jari kalau itu bukan utang dari Indonesia," tutupnya percaya diri.

The Green Hilton Memorial Agreement adalah perjanjian antara Amerika diwakili John F Kennedy dan Indonesia yang diwakili Soekarno dan perwakilan dari Swiss William Vouker. Dalam perjanjian tersebut Amerika setuju untuk mengakui bahwa kekayaan Indonesia ada berbentuk emas jumlahnya 57 ribu metrik ton emas.

Pada tahun 1963, sistem keuangan Amerika masih menggunakan "Gold Standard". Artinya untuk setiap dolar yang dicetak, maka harus ada emas yang dicadangkan. Dengan kata lain, jika memiliki tambahan cadangan emas sebanyak 57.000 ton, maka Amerika bisa mencetak uang dolar sebesar nilai emas tersebut. Oleh karena itu Kennedy meminjam emas milik Indonesia.

Sumber: Merdeka. com

No comments:

Post a Comment